Bosan Laporan Lambat Diproses, Warga Bukit Pemuatan Bakal Gelar Aksi Damai ke Kantor Bupati Tebo
Teropongmatadewa.com, TEBO – Gelombang protes masyarakat Desa Bukit Pemuatan, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, mulai memuncak. Merasa bosan menunggu kejelasan laporan yang terkesan lamban ditangani oleh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tebo, warga kini mulai merapatkan barisan dan berencana menggelar aksi damai ke Kantor Bupati Tebo dalam waktu dekat.
Kedatangan warga nantinya bertujuan untuk mempertanyakan secara langsung hasil turunnya tim OPD ke lapangan serta kepastian sanksi yang bakal dijatuhkan kepada pihak terkait.
Perwakilan warga Desa Bukit Pemuatan, Syafriadi, mengungkapkan rasa heran dan kecewanya atas kinerja OPD Kabupaten Tebo yang dinilai sangat lambat. Laporan aduan warga telah bergulir sejak April 2026, namun hingga memasuki September 2026 belum juga menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang konkrit.
"Masyarakat merasa heran dengan kinerja OPD Tebo yang terkesan sangat lamban. Laporan masuk dari April 2026, tapi sampai September 2026 ini belum juga selesai. Karena itu, warga berencana menyatukan barisan dan siap menggelar aksi damai," tegas Syafriadi.
Senada dengan hal tersebut, Tokoh Masyarakat setempat, Sarmidi, menaruh harapan besar agar Bupati Tebo dapat bersikap bijak dan tegas dalam menyelesaikan polemik yang terjadi di desa mereka.
Warga mendesak Bupati Tebo untuk memberlakukan sanksi berat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Kepala Desa Bukit Pemuatan, Suferi.
"Masyarakat sangat berharap Bupati Tebo bisa mengambil keputusan yang adil. Warga sudah tidak bersedia lagi dipimpin oleh Kades Suferi dan meminta Bupati mengambil sikap tegas dengan memecatnya secara tidak hormat," ujar Sarmidi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak OPD Kabupaten Tebo belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan di lapangan maupun tindak lanjut sanksi yang akan diberikan atas laporan masyarakat tersebut.
Redaksi

Komentar
Posting Komentar